Langsung ke konten
IGD 24 Jam 0813 8887 1709
WhatsApp
Penyakit Dalam • Waktu baca: 5 menit baca • Diterbitkan: 28 September 2026

Perbedaan Maag Akut dan GERD: Cara Meredakan Sensasi Terbakar di Dada (Heartburn)

dr. Muhammad Fikri Afistianto, Sp.PD Terverifikasi

Dokter Spesialis & Tim Medis Resmi RS Tiara Bekasi

Lihat Jadwal Praktik

"Sering merasa nyeri ulu hati dan sensasi asam naik ke kerongkongan? Pahami perbedaan gastritis lambung dengan GERD serta protokol tatalaksana medis dan diet pencegah kekambuhan."

Perbedaan Maag Akut dan GERD: Cara Meredakan Sensasi Terbakar di Dada (Heartburn)

Keluhan rasa tidak nyaman di saluran cerna atas merupakan salah satu alasan kunjungan poliklinik terbanyak di Rumah Sakit Tiara Bekasi. Namun, masyarakat sering menyamakan antara penyakit maag (gastritis / dispepsia) dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Meskipun keduanya melibatkan asam lambung (HCl), mekanisme patofisiologi dan tatalaksana medis kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang mendasar.

Memahami Perbedaan Gastritis (Maag) dan GERD

  • Gastritis (Maag): Merupakan inflamasi atau peradangan pada mukosa dinding lambung. Gejala khasnya adalah rasa perih, begah, kembung, mual, dan rasa penuh di area epigastrium (ulu hati) yang biasanya dipicu oleh terlambat makan, konsumsi obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.
  • GERD: Terjadi akibat disfungsi atau kelemahan sfingter esofagus bagian bawah (Lower Esophageal Sphincter / LES) yang gagal menutup rapat. Akibatnya, asam lambung dan enzim pepsin mengalami regurgitasi balik naik ke kerongkongan, memicu sensasi panas terbakar di dada (heartburn) yang menjalar ke leher dan rasa pahit/asam di rongga mulut.

Gejala Khas GERD yang Sering Menyerupai Serangan Jantung

Sensasi heartburn pada penderita GERD kerap disalahartikan sebagai serangan jantung koroner karena menimbulkan rasa tertekan di balik tulang dada (retrosternal). Namun, nyeri akibat GERD umumnya mereda setelah pemberian antasida, tidak menjalar ke lengan kiri atau rahang, dan sering memburuk saat berbaring setelah makan.

Tanda Bahaya (Alarm Symptoms) yang Memerlukan Endoskopi

Konsultasikan segera ke dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) RS Tiara Bekasi apabila keluhan asam lambung disertai:

  1. Disfagia atau Odinofagia: Kesulitan menelan makanan padat atau rasa sakit saat menelan yang menandakan adanya striktur esofagus atau esofagitis erosif.
  2. Muntah Darah atau BAB Berwarna Hitam (Melena): Tanda adanya perdarahan saluran cerna atas yang membutuhkan tindakan hemostasis emergensi.
  3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas: Disertai anemia defisiensi besi dan anoreksia.
  4. Muntah Berulang yang Tak Kunjung Reda: Berisiko menyebabkan dehidrasi berat dan gangguan elektrolit hipokalemia.

Protokol Diet & Modifikasi Gaya Hidup Efektif

Berdasarkan panduan konsensus gastroenterologi, langkah non-farmakologis berikut sangat efektif menekan kekambuhan:

  • Makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering (small frequent meals) guna menghindari distensi lambung yang menekan katup LES.
  • Beri jeda minimal 2 hingga 3 jam antara waktu makan malam dan waktu tidur agar pengosongan lambung berlangsung tuntas.
  • Tidur dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi 15-20 cm menggunakan bantal baji (wedge pillow) untuk memanfaatkan gravitasi mencegah refluks asam lambung nocturnal.
  • Batasi makanan pemicu relaksasi katup lambung seperti kopi, cokelat, makanan berlemak tinggi, mint, minuman bersoda, serta makanan bercita rasa sangat pedas dan asam.

Tatalaksana Farmakologis di RS Tiara Bekasi

Dokter spesialis penyakit dalam RS Tiara Bekasi meresepkan terapi rasional berbasis bukti seperti Penghambat Pompa Proton (PPI: Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole), antagonis reseptor H2, prokinetik untuk mempercepat motilitas gaster, dan mukoprotektor sesuai derajat keparahan klinis pasien.

FAQ Seputar Asam Lambung & GERD

Q: Apakah GERD bisa disembuhkan secara total?
A: GERD dapat dikontrol secara tuntas hingga gejala menghilang sempurna dengan kombinasi terapi medikamentosa selama 4-8 minggu yang diimbangi dengan disiplin pola makan dan manajemen stres emosional.

Q: Bolehkah penderita GERD mengonsumsi buah-buahan?
A: Sangat boleh, pilihlah buah non-asam seperti pisang, pepaya, melon, pir, dan alpukat yang kaya akan serat larut dan aman bagi mukosa lambung.

Mengalami Keadaan Darurat Medis?

Segera hubungi tim gawat darurat dan ambulans siaga 24 jam RS Tiara Bekasi.

Hubungi 0813 8887 1709
Konsultasi Tatap Muka

Ingin Berkonsultasi Mengenai Keluhan Ini?

Dapatkan diagnosa akurat, terapi tepat, serta konseling kesehatan dari dokter spesialis kami di RS Tiara Bekasi tanpa antre lama.

Artikel Edukasi Terkait Lainnya